Keluarga Pramiati Suparman dolan bareng ke Santerra
noegi


Foto bersama di depan pintu masuk Santerra (sumber : dokumentasi pribadi)
Nglencer Bareng Keluarga Mbah Pramiati Suparman: Merawat Kebersamaan dalam Perjalanan Penuh Makna
Malang- 18 Januari 2026. Perjalanan “nglencer bareng” keluarga besar Mbah Pramiati Suparman menjadi momen yang tak sekadar jalan-jalan, tetapi juga sarana merawat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. Sejak pagi hari, suasana hangat sudah terasa. Usai menunaikan sholat subuh, sekitar pukul 05.00 WIB, bus wisata mulai bergerak dari rumah induk di Jalan Arif Rahman Hakim. Raut wajah penuh semangat terpancar dari setiap anggota keluarga yang ikut serta dalam perjalanan ini.
Rombongan awal terdiri dari keluarga Lek Yik, keluarga Mbak Nanin yang rela jauh-jauh datang dari Makassar demi bisa ikut nglencer bareng, serta keluarga Mas Hedi. Dari sana, bus melaju ke Jalan Panjaitan untuk menjemput keluarga Lek Sus dan Tante Ani. Perjalanan berlanjut ke arah Gombleh menjemput keluarga Mbak Novi, kemudian ke Sukodono untuk menjemput keluarga Lek Tin. Tidak berhenti di situ, bus kembali menyusuri jalan hingga depan Terminal Wonorejo menjemput keluarga Pakdhe Har dan Pakdhe Pri.
Semakin siang, rombongan semakin lengkap. Perjalanan diteruskan ke Probolinggo menjemput keluarga Mas Adi, lalu sedikit bergeser ke Tongas untuk menjemput keluarga Budhe En. Di dalam bus, kebersamaan terasa begitu hidup. Canda, tawa, dan cerita lama yang kembali terungkap menjadi penghangat suasana. Saudara yang jarang bertemu kini duduk berdampingan, saling menyapa dan berbagi kisah.
Rombongan sempat berhenti di rest area untuk sarapan bersama. Tikar digelar sederhana, bekal dari Lumajang dibuka, dan semua menikmati makanan dengan penuh rasa syukur. Setelah perut terisi, perjalanan dilanjutkan menuju Flora Wisata Santerra di Pujon yang memakan waktu sekitar dua jam.
Sesampainya di Santerra, keindahan kebun bunga menyambut rombongan. Aneka warna bunga, wahana wisata, serta spot foto dimanfaatkan untuk mengabadikan momen kebersamaan. Di lokasi ini, kebahagiaan bertambah dengan hadirnya Mbak Fatma dari Blitar, Mas Huda dari Malang, serta Mbak Dina yang kebetulan berada di Malang dan turut menyusul.
Dalam perjalanan pulang, rombongan menyempatkan mampir ke kediaman Mbak Dina di Malang untuk makan siang bersama. Setelah itu, perjalanan kembali ke Lumajang dengan singgah di Masjid Cheng Ho Pasuruan untuk sholat maghrib, dilanjutkan wisata kuliner dan membeli oleh-oleh. Rombongan akhirnya tiba kembali di Lumajang sekitar pukul 22.00 WIB.
Nglencer bareng ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kebersamaan yang didamba. Sebuah ikhtiar sederhana namun bermakna agar tali ukhuwah Islamiyah tetap terjaga, hangat, dan lestari dari generasi ke generasi. (AAN)
Gallery Nglencer




























































Nature, Beautiful
Capturing the essence of Indonesia's stunning landscapes.
call us :
© 2024-2025. All rights reserved.
